Selamat Datang...

Selamat datang di blog ini. Blog ini dibuat dengan tujuan menjadi sebuah media komunikasi pelayanan kaum muda. Karena itu, setiap topik yang dibahas sangat akrab dan (diharapkan) mampu memberikan jawaban bagi pergumulan-pergumulan kaum muda masa kini. Harapan kami, Anda memperoleh berkat...GBU

Rabu, 17 Oktober 2007

Mother's Love


Hai Frenz….
Pernah gak sih kamu berpikir seberapa besar cinta ortu kamu ke kamu?
Nah, disini aku pengen sharing sedikit tentang pengalaman yang udah aku lewati…
Kalian tahu betapa susahnya untuk bisa masuk ke Beijing University ( Universitas nomor 1 di China)? Jangankan China, masuk Universitas Indonesia aja susahnya bukan main.
Tapi dengan rencana Tuhan yang sangat luar biasa, aku bisa keterima di Beijing University.

Total waktu yang aku butuhin buat nyelesein S1 sekitar 6-7 tahun. Karena aku harus ambil sekolah bahasa dan collage dulu, supaya bisa ngikutin kuliah S-1 dengan baik. Soalnya, kuliah S-1 nya dicampur dengan orang Cina asli yang sudah fasih banget bicara dalam bahasa Mandarin.

Setelah menyelesaikan sekolah bahasa selama 3 semester dan collage 2 semester, aku harus mutusin jurusan apa yang akan aku ambil, dan menjalani kuliah selama 4 tahun untuk memperoleh gelar S1.

Namun, saat itu, ada berita yang bikin aku dan mama kaget. Kakakku yang beragama Budha, memutuskan untuk jadi bhiksu (monk).

Sebagai info, mamaku seorang single parents, Karena papa udah meninggal saat aku duduk di SMA kelas 1. It means, mamaku tinggal sendiri di Semarang saat aku study, dan ia harus menghadapi saat-saat sendiri itu lebih lama, karena keputusan kakakku.

Sejak saat itu, mama kelihatan sangat kesepian. Bahkan, setiap hari, mama telpon dan kirim SMS buat ngajak ngobrol.

Satu hari sebelum aku mengisi formulir pemilihan jurusan, aku bertanya kepada mama, apakah dia masih kuat, kalau aku 4 tahun lagi di China? Mama dengan nada ragu menjawab “Ya bisalah, kamu selesaikan dulu studymu disana 4 tahun lagi.” Namun, mendengar nadanya berbicara, aku tidak yakin. Karena itu, aku putusin untuk meninggalkan Beijing University dan pulang ke Indonesia.

Kalau dipikir, betapa sayangnya meninggalkan Beijing University. Banyak orang yang ingin masuk ke universitas itu, tapi nggak bisa. Sedangkan aku yang sudah masuk setengah jalan, malah ninggalin bangkuku di Beijing University. Tapi, semua rasa kecewa itu sirna, saat aku bertanya kepada mama: Kenapa ia membiarkan aku meneruskan lagi kuliahku 4 tahun, padahal jelas-jelas di Indonesia dia kesepian dan butuh teman serta perhatian dari aku anak yang tinggal satu-satunya bisa menemaninya? Saat itu, mama menjawab: supaya aku tidak iri hati terhadap kakakku karena dari SMA sampai S2, kakakku selalu sekolah di luar negeri. Jadi, supaya adil, mama juga membiarkan aku study di luar negeri.
Bisa kalian bayangin perasaanku saat mendengar jawaban itu. Aku ngerasain betapa besar kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, sampai dia rela kesepian, tertekan, dan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk masa depan dan cita-cita anak-anaknya.

Dari situ, aku belajar untuk lebih menghargai beliau. Karena, bagaimanapun juga, mama yang mengandung kita 9 bulan lamanya, dan, demi aku, ia telah menanggung banyak sekali penderitaan.

Di sinilah aku belajar menghayati firman Tuhan yang berkata, “Hormatilah ayah dan ibumu”. Dan, berusaha untuk membalas kasih mereka kepadaku. Bagaimana dengan kamu?(by IR)

Tidak ada komentar: