Selamat Datang...

Selamat datang di blog ini. Blog ini dibuat dengan tujuan menjadi sebuah media komunikasi pelayanan kaum muda. Karena itu, setiap topik yang dibahas sangat akrab dan (diharapkan) mampu memberikan jawaban bagi pergumulan-pergumulan kaum muda masa kini. Harapan kami, Anda memperoleh berkat...GBU

Jumat, 02 November 2007

A Little Faith (Matius 14:28-33)


Frenz...murid-murid, termasuk Petrus, adalah saksi mata langsung saat Tuhan Yesus melakukan mujizat. Termasuk, saat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki (>10.000 orang) hanya dengan 5 roti & 2 ikan, bahkan sampai sisa 12 bakul.
Namun, ternyata, menyaksikan kuasa Tuhan tidak menjamin para murid percaya 100% kepada Tuhan. Hal ini bisa kita lihat pada peristiwa ini.
Singkat cerita, saat para murid sedang berlayar tanpa Tuhan Yesus, tiba-tiba mereka melihat sesosok manusia berjalan di atas air. Ternyata itu Tuhan Yesus (ay 27).
Melihat hal itu, mereka pun terkagum-kagum, dan ingin melakukan hal yang sama, termasuk Petrus. Karena itu, Petrus meminta supaya Tuhan Yesus memerintahkan dia untuk berjalan di atas air.
Frenz, permintaan Petrus ini sangat penting. Karena, permintaan ini menunjukkan penyerahan diri secara TOTAL kepada Tuhan Yesus.
Namun, ketika angin menerpa tubuhnya, sontak, muncul keraguan dalam hati Petrus, dan, secara reflek, ia berusaha menjaga dirinya supaya tidak tenggelam (fobos “berusaha menyelamatkan diri karena rasa takut”, v 30).
Bagi kita, mungkin hal ini kelihatan sangat manusiawi. Namun, bagi Tuhan, ini merupakan sebuah kemunduran. Karena Petrus, tidak lagi TOTAL berserah kepada Tuhan.
Sebaliknya, ia “mendua hati” dan berusaha menyelamatkan diri dengan mengandalkan kekuatannya sendiri (bimbang, v 31).
Satu hal yang saya percaya, bila Petrus tetap memfokuskan pandangan dan hidupnya kepada Tuhan, ia tetap dapat berjalan di atas air dan Tuhan akan menolong ia menghadapi angin yang menerpa dirinya.
Karena, terbukti, saat Tuhan tiba di perahu, angin itu langsung berhenti. Itu artinya, Tuhan memiliki kuasa atas alam semesta. Apalagi hidup kita. Ia pasti akan menolong kita, karena kita berharga di mataNya (Mat 10:29-31; Luk 12:6-7).
Bukankah dalam Matius 7:11b, Tuhan Yesus berkata, “…Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Dalam Mazmur 103:13, pemazmur berkata, “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Jadi, kenapa kita meragukan Tuhan? Bukankah Tuhan adalah Allah yang Mahakuasa? Bukankah Ia mampu melakukan lebih dari apa yang kita pikirkan (Efesus 3:20)? Dan, bukankah Ia sangat mengasihi kita?

Tidak ada komentar: